Feathers & frocks: NYFW recap Vol. 3!

Feathers & frocks: NYFW recap Vol. 3!

Okay, so real talk: I’m ready for NYFW to be over.

Truthfully, I’ve had so much fun with the whole experience, but what you don’t see if the rushing, the sweating, the dehydration, the time crunch, the running around, the blisters on my feet… okay, I’ll stop complaining now and leave my whole recap experience to another post (which I’m so excited to write by the way!).

This will probably be my last recap post since the bulk of the shows I went to happened yesterday and the day before (I still have a few sprinkled here and there).

My Monday started off with the Indonesian Diversity show, which took place at Spring Studios. This show I believe happens every season and highlights four Indonesian up and coming designers. It’s basically like four shows in one, which each designer showing a sampling of their collection.

2 Madison Avenue by Maggie Hutauruk Eddy

2 Madison Avenue by Maggie Hutauruk Eddy

Yogiswari Prajanti

 Yogiswari Prajanti

Julianto

Ayumi,

The first designer was 2 Madison Avenue by Maggie Hutauruk Eddy. The designs were very colorful and streetwear inspired.

From there, Yogiswari Prajanti took over the runway, whose designs were also colourful and featured cartoonish characters on the clothes over top of fun colored polka dots.

The third designer was Ayumi, which was very fashion forward. Think lots of texture and cute skirts and dresses, leaning more towards formal wear as opposed to a casual style.

Lastly, Julianto’s designs were my favourite from the whole show. His pieces were very done up and featured intricate beading and oversized ruffles. There were so many looks that I was in awe of and his collection was very showstopping.

On Tuesday, I hit up Pier59 for the Pamella Roland show. This show was the highlight for me since I went from standing to front row. I sat across from Nicki Hilton and Katherine McPhee (and a bunch of other females that looked very familiar) as models wearing beautiful dresses and suits strutted past.

 

http://apopofcolour.com/2019/09/11/feathers-frocks-nyfw-recap-vol-3/

Read more
Designer Indonesia Pakai Karung Bekas ke New York Fashion Week

Designer Indonesia Pakai Karung Bekas ke New York Fashion Week

Satu lagi karya unik desainer Indonesia di kancah internasional.

 

Dream - Desainer Maggie Hutauruk Eddy unjuk kebolehan di panggung New York Fashion Week (NYFW) dengan membawa label 2Madison Avenue pada 9 September 2019.

Bertajuk 'Vivify the Block' untuk Spring/Summer Collections 2020, ini merupakan pertunjukan kedua 2Madison Avenue di NYFW setelah sebelumnya manggung di Fall/Winter Collections pada Maret 2019 lalu.

Maggie mengadopsi ingar bingar dan citra gairah mode era 80-an ke dalam 12 koleksi busana pria dan wanita.

 2Madison Avenue

Gaya eklektik yang menjadi ciri khas label tersebut dituangkan lewat teknik corak, tabrak warna, gabung tekstur serta memasukkan unsur yang tidak biasa sebagai material busana.

Salah satunya dengan potongan karung tepung ikonik yang dijahitkan di bagian punggung outer berbahan jeans.

" Ini pertama kalinya saya bereksperimen dengan bahan karung bekas. Saya ingin menciptakan gaya era 80-an dengan kombinasi karung tepung 'Cap Segitiga Biru' dengan kain tenun Makassar," tulis Maggie pada unggahan Instagram.

Kombinasi Tenun Makassar

 

Jika jeli, terlihat tenun Makassar yang kaya blok warna dipadukan menjadi bagian busana. Maggie juga menyisipkan karakter wajah seniman populer seperti Andi Warhol dan Jean-Michel Basquiat dengan teknik digital printing.

 2Madison Avenue

Busana dirancang ke dalam siluet serba longgar dalam bentuk jaket, celana panjang berpipa besar dan lengan baju berukuran panjang tanpa mengurangi nilai harmonis.

 2Madison Avenue

Koleksi Maggie membuat mata penonton tak lepas dari koleksi yang menjadi pembuka peragaan Indonesian Diversity di Spring Studio di panggung utama NYFW SS 2020 pagi itu.

Banjir Pujian

 

Di Instagram, desainer Indonesia itu juga menuai pujian dari sejumlah warganet dan fashion enthusiast.

 2Madison Avenue

" I am so proud of you... mempromosikan produk lokal .... salah satu bentuk kecintaan terhadap Negeri ini," ujar @hafsyahnatasyaap

" Sempat lewat diberanda kirain edit eh ternyata beneran kerennn," kata @silv.ap

" Mantab banget...idenya gak habis2," puji @sole69_id

" So damn cool," ucap @rosdioo

 

https://www.dream.co.id/lifestyle/karung-tepung-naik-kelas-di-new-york-fashion-week-2019-1909166.html

Read more
Desainer Indonesia Bawa Kaus Berlogo Segitiga Biru di Atas Panggung New York Fashion Week 2019

Desainer Indonesia Bawa Kaus Berlogo Segitiga Biru di Atas Panggung New York Fashion Week 2019

Busana rancangan Maggie Hutauruk Eddy ini mengusung logo produk yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Desainer asal Indonesia membawa karyanya yang unik di ajang New York Fashion Week (NYFW) 2019.

Busana rancangan Maggie Hutauruk Eddy ini mengusung logo produk yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

Dalam karyanya, Maggie mengusung logo tepung terigu Segitiga Biru di kaus yang dikenakan model saat melenggang di atas runway NYFW pada Senin (9/9/2019).

Desain ini pun diunggah di akun Instagram label busana milik Maggie Hutauruk Eddy, 2madison Avenue, @2madison_gallery.

Melalui keterangan fotonya, Maggie menjelaskan bahwa desain tersebut adalah pertama kalinya ia berkreasi dengan karung daur ualng.

Kaus bergambar Segita Biru itu juga dipadukan dengan beberapa kain lainnya, seperti kain tenun Makassar dan juga menghasilkan tampilan ala hip-hop tahun 80'an.

"It's my first time experimenting with recycled sacks.

I was going for the eclectic 80's hip-hip look/street wear/ artsy look, using modern fabric, handwoven fabric of Makassar, and recycled flour-sacks : "Cap Segitiga Biru".
Indonesians are very familiar with this logo, which you'd find in any of the traditional markets across our country.

It's now made it to @nyfw"." tulis akun @2madison_gallery pada keterangan fotonya.

(Ini adalah pengalaan pertama saya bereksperimen dengan karung daur ulang.

Busana rancangan Maggie Hutauruk Eddy ini mengusung logo produk yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

Ini terlihat seperti gaya hip-hip/street wear/ artsy look tahun 80'an menggunakan kain modern, kain tenun Makassar dan karung daur ulang: "Cap Segitiga Biru".

Orang-orang Indonesia sangat familiar dengan logo ini yang bisa ditemukan di pasar tradisional di seluruh daerah.

Sekarang dibuat untuk @nyfw)

Dikutip Tribunnewswiki.com dari Kompas.com pada Jumat (13/9/2019), tabrak motif dan bahan adalah ciri khas 2madison Avenue yang kerap dituangka ke dalam koleksi busananya.

Tak hanya cap Segitiga Biru, tabrak motif bahan juga diaplikasikan pada tampilan lainnya, seperti dengan kreasi tepung terigu Payung yang menjadi pembuka pertunjukan.

Busana unik lainnya seperti jaket denim panjang dengan logo beras super Kereta Kencana pada bagian belakang.

Mengutip laman resmi NYWF, Maggie Hutauruk Eddy adalah satu di antara tiga desainer Indonesia yang hadir di ajang fashion tersebut.

Maggie Hutauruk Eddy bersama dengan Marina Christyanti, Julianto, dan Yogiswari Prajanti tergabung dalam Indonesian Diversity yang menampilkan karya pakaian siap pakai dan pakaian malam mewah yang menyoroti keindahan dan kekayaan desain dan budaya Indonesia.

Indonesian Diversity adalah platform yang dibuat oleh Indonesia Creative Hub untuk mempromosikan desainer Indonesia di panggung global dan telah menghadirkan talenta top dari Indonesia di NYFW.

Di tahun 2012, Maggie Hutauruk Eddy memutuskan untuk memulai studio desain/kreatif dan galeri seni bernama 2madison.

Busana rancangan Maggie Hutauruk Eddy ini mengusung logo produk yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

Nama ini mewakili harapannya bahwa suatu hari ia akan dapat membawa produk kreatif dari Indonesia ke Madison Avenue, New York City, Avenue, tempat favoritnya.

Maggie lahir di Indonesia, namun ia menghabiskan 12,5 tahun hidupnya di Amerika dan telah menjadi rumah keduanya.

Di bawah label 2madison Avenue, Maggie terus berkolaborasi dengan pelukis, seniman jalanan, ilustrator, desainer dan perjain dalam membuat berbagai produk kreatif termasuk mode, furnitur, dekorasi rumah dan masih banyak lagi.

https://www.tribunnewswiki.com/2019/09/13/desainer-indonesia-bawa-kaus-berlogo-segitiga-biru-di-atas-panggung-new-york-fashion-week-2019?page=3

Read more
4 Desainer Indonesia Pamer Koleksi di New York Fashion Week Spring/Summer 2020

4 Desainer Indonesia Pamer Koleksi di New York Fashion Week Spring/Summer 2020

Read more
4 Desainer Indonesia Tampil di New York Fashion Week hari ini

4 Desainer Indonesia Tampil di New York Fashion Week hari ini

Empat desainer Indonesia tampil di acara New York Fashion Week yang digelar hari ini, Senin 9 September waktu setempat.

 

Bisnis.com, JAKARTA - Empat desainer Indonesia tampil di acara New York Fashion Week yang digelar hari ini, Senin 9 September waktu setempat.

Keempat desainer itu tergabung dalam Indonesian Diversity yang menampilkan empat desainer pakaian siap pakai dan pakaian malam mewah yang akan menyoroti keindahan dan kekayaan desain dan budaya Indonesia.

Indonesian Diversity adalah platform yang dibuat oleh Indonesia Creative Hub untuk mempromosikan Desainer Indonesia di panggung global dan telah menghadirkan talenta top dari Indonesia di NYFW: The Shows platform selama lebih dari 6 musim.

Berikut profil empat desainer tersebut seperti dikutip dari situs resmi New York Fashion Week 2019:

Maggie Hutauruk Eddy

Pada 2012, Maggie Hutauruk Eddy memutuskan untuk memulai Studio Desain / Kreatif dan Galeri Seni bernama 2madison. Nama ini mewakili harapannya bahwa suatu hari ia akan dapat membawa produk kreatif dari Indonesia ke Madison Avenue, NYC, Avenue favoritnya. Maggie Hutauruk-Eddy lahir di Jakarta, Indonesia, tetapi menghabiskan total dua belas setengah tahun di Amerika, dan itu telah menjadi rumah kedua. Di bawah label 2madison Avenue, Maggie terus berkolaborasi dengan pelukis, seniman jalanan, ilustrator, desainer dan perajin dalam membuat berbagai produk kreatif termasuk mode, furnitur, dekorasi rumah, dan banyak lagi, tetapi fashion adalah inti dari fokus merek.

Marina Christyanti

Marina Christyanti atau Ayumi adalah perancang busana dan pemilik Ayumi Fashion Brand, merek untuk wanita yang berlokasi di Jakarta Selatan, Indonesia. Marina lahir dan besar di Tokyo, 30 Mei 1981 dan memiliki tiga saudara perempuan. Dia memulai debutnya sebagai perancang busana pada tahun 2011 karena cinta akan fashion dan impian masa kecilnya untuk menjadi seorang penjahit. Dengan warna hitam, warna tanah, dan pastel sebagai warna inti dari lini, Ayumi Fashion Brand telah mengembangkan reputasi untuk menawarkan potongan-potongan yang disesuaikan dengan mulus.

Julianto

Julianto adalah perancang busana Indonesia yang terkenal di Asia Tenggara. Pada 2017, ia mendapatkan gelar sarjana dari Istituto di Moda Burgo di Milan, Italia, dan menguasai keterampilan desain dan pembuatan pola. Julianto terkenal karena manik-manik dan pakaian malam yang unik dan rumit. Pakaian malam adalah jantung dari merek. Potongan-potongan semua dihiasi dalam hiasan indah dan sulaman romantis dan setiap bagian dibuat khusus dengan tangan dengan keahlian couture.

Yogiswari Prajanti

Yogiswari Prajanti, seorang desainer "sedang naik daun" dari Indonesia, dikenal karena karakter ilustrasi wanita ikoniknya yang sangat unik dan penuh warna yang menceritakan kisah-kisah Indonesia melalui fashion. Karirnya berkembang setelah bergabung dengan APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) pada tahun 2014. Dia memulai debut desainnya di Indonesia Fashion Week dengan tema "Painting the Universe," dan diterima dengan sangat baik sehingga melambungkan karirnya. Penggunaan perancang digital teknik pencetakan pada kain, kesenangan, desain penuh warna dan ilustrasi karakter yang menceritakan kisah-kisah tentang pengalamannya melihat dunia adalah keunggulan estetika desainer.

 

https://lifestyle.bisnis.com/read/20190909/104/1146002/4-desainer-indonesia-tampil-di-new-york-fashion-week-hari-ini

 

 

Read more
Cerita Desainer Soal Fashionista New York yang Apresiasi Kain Ulos

Cerita Desainer Soal Fashionista New York yang Apresiasi Kain Ulos

Jakarta - Beberapa waktu lalu kain ulos dibawa ke New York Fashion Week 2019 oleh brand 2Maddison. Ditampilkan di panggung peragaan bergengsi, sang desainer Maggie Hutauruk Eddy pun mengaku jika wastra asal Pulau Sumatra Utara tersebut sangat diapresiasi para fashionista New York. Meski sudah jarang dipakai di negeri sendiri, ulos yang diolah menjadi rangkaian busana cantik itu justru mendapat sambutan hangat di luar negeri. 

Hal tersebut disampaikan Maggie setelah memamerkan koleksi tersebut beberapa waktu lalu. Menurutnya, rangkaian busana bertema 'Seventh Earth' yang ditampilkan di New York pada 7 Februari 2019 itu menarik warga asing karena dibuat dengan tangan dan punya makna. 

"Satu yang saya dapatkan dari para fashionista di New York adalah mereka sangat apreciate saat saya sampaikan bawa kain-kain yang saya pakai ini dibuat oleh para penenun yang ada di daerah. Mereka menghargai pakaian dengan makna tertentu dan saya ingin menularkan (ulos) ke yang lain," kata Maggie kepada Wolipop setelah fashion show pada Jumat, (15/2/2019) di 2Madison Galerry, Kemang, Jakarta Selatan.

Selain memang berasal dari Sumatra Utara, Ulos sengaja dipilih Maggie karena mulai banyak ditinggalkan. Menurut riset yang dilakukannya, kain tradisional tersebut mulai punah karena semakin sedikitnya permintaan padahal banyak pengrajin menggantung hidup dari ulos. 

"Setelah diundang ke New York Fashion Week, saya berpikir keras statement apa yang mau saya bawa ke sana karena ini panggung yang nggak main-main mereka ingin kita pikirkan matang konsep yang ditawarkan. Saya tertarik ulos dan saya riset ternyata ada kategori ulos yang hampir punah karena demand sudah sangat menurun. 

Saya pikir kalau platform seperti ini (fashion show) orang Indonesia masih belum berminat pakai kain seperti ini. Akhirnya saya bawa ke platform New York Fashion Week dan mereka sangat mengapresiasi itu," tutur Maggie.

Mendapat sambutan yang baik, Maggie pun mengaku sekalian mempromosikan ulos dan kain tradisional Indonesia lain kepada para desainer di New York. "Saya kampanye ke desainer di Amerika bahwa di Indonesia ada banyak banget beautiful fabric yang bisa kamu leburkan ke koleski kamu," ungkapnya Maggie. 

Koleksi 'Seventh Earth' sendiri menawarkan rangkaian busana wanita, mulai dari blus, rok, celana, dress hingga gaun dengan desain kontemporer. Umumnya kain ulos berbagai warna dihadirkan sebagai detail. Sebagian besar busana yang dipamerkan kala itu adalah dress ramai detail ruffle. Warna-warna terang, seperti pink dan oranye pun mendominasi koleksi yang akan dijual seharga Rp 2,5 juta hingga 6,5 juta tersebut.
"Saya ingin memastikan bawah ini tidak seperti baju daerah banget. Saya ingin memastikan semua orang dari berbagai latar belakangan bisa menggunakannya dan merasa cantik," ujarnya. 

"Anak muda nggak mau pakai baju yang terlihat seperti baju acara kawinan. It's a big homework bagaimana membuat tenun affordable dan semua bisa pakai dan make sure desainnya kontemporer juga bisa didapatkan di mal-mal terdekat," tambah Maggie.

Foto: Rahmi Anjani/Wolipop

(ami/ami)
Read more
Cerita Maggie Hutauruk saat Pamer Karya di New York Fashion Week

Cerita Maggie Hutauruk saat Pamer Karya di New York Fashion Week

2Madison Avenue di New York Fashion Week 2019. Foto: Dok. 2Madison Avenue
Beberapa waktu lalu, koleksi busana karya desainer Tanah Air tampil di panggung New York Fashion Week 2019. Salah satunya datang dari koleksi ulos yang dibawakan oleh brand 2Madison Avenue garapan desainer Maggie Hutauruk Eddy.
"Saat diberi kabar bahwa saya mendapat kesempatan untuk bisa tampil di New York Fashion Week 2019. Saya merasa harus membuat sesuatu yang spesial di sana, jadi harus membuat fashion item yang tidak hanya keren tapi juga memiliki makna tersendri di baliknya. Oleh karena itu saya ingin memadukan ciri khas budaya Indonesia, yakni kain ulos dengan rancangan saya," jelas Maggie Hutauruk kepada kumparanSTYLE di 2Madison Galery Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (15/2).
2Madison Avenue di New York Fashion Week 2019. Foto: Dok. 2Madison Avenue
Bersama tiga koleksi busana karya desainer Tanah Air lainnya seperti Dian Pelangi, Itang Yunasz, Alleira Butik, 2Madison Avenue mengguncang runway New York Fashion Week 2019. Bersama Indonesia Diversity, empat desainer Indonesia masing-masing membawakan 12 koleksi busana untuk tampil dalam pembukaan New York Fashion Week 2019.
Ke-12 koleksi 2Madison Avenue tampil di New York Fashion Week 2019 pada 7 Februari lalu pun kembali ia tampilkan di pameran koleksi fashion brand 2Madison Avenue yang bertema "Seventh Earth-Bringing Ulos to NYFW19". Berlokasi di 2Madison Gallery di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, pameran ini juga menampilkan eksplorasi seni 10 seniman lokal yaitu: Soni Irawan (Yogyakarta), Ruth Marbun (Jakarta), Hana Madness (Jakarta), Lala Bohang (Jakarta), Chairol Imam (Solo), Esa Apriansyah (Bandung), Imeldams (Cilegon), Dina Adelya (Jambi), DGTMB (Yogyalarta) dan Robet Olga (Solo).
Maggie Hutauruk dengan seniman yang pamer karya di Galeri 2Madison. Foto: Dok. 2Madison Avenue
Bukan tanpa alasan Maggie memilih eksplorasi kain ulos pada karyanya. Selain memang karena Maggie berasal dari Sumatra Utara, Ulos sengaja dipilihnya karena wastra Indonesia yang satu ini mulai banyak ditinggalkan. Menurut riset yang dilakukannya, kain tradisional tersebut mulai punah karena semakin sedikitnya permintaan padahal banyak pengrajin menggantung hidup dari ulos.
Bagi Maggie, New York Fashion Week menjadi platform yang amat tepat untuk membesarkan nama ulos. Menariknya lagi, Maggie mengemas ulos ini dengan sentuhan gaya bohemian art yang menjadi ciri khasnya. Bahkan ia menghadirkan art print Marilyn Monroe dan Audrey Hepburn ke dalam rancangannya.
2Madison Avenue di New York Fashion Week 2019. Foto: Dok. 2Madison Avenue
2Madison Avenue di New York Fashion Week 2019. Foto: Dok. 2Madison Avenue
Tak heran, kreativitasnya ini mendapat sambutan yang baik dari pecinta fashion di sana. Hal ini terbukti dari karya-karya dari 2Madison Aveneu yang telah ditawar oleh salah satu galeri di Soho New York City.
Koleksi ini pun terdiri dari ragam busana seperti dress, blouse, rok dan celana dengan desain kontemporer berdetail kain ulos dengan warna-warna yang terang dan dibanderol seharga Rp 2,5 juta hingga Rp 6,5 juta.

"Jadi dengan karya saya ini si pemakai tidak merasa ini baju adat banget. They can wear the dress anywehere. Dan saya ingin mereka bangga memakai pakaian ini," pungkas Maggie.

 

https://kumparan.com/@kumparanstyle/cerita-maggie-hutauruk-saat-pamer-karya-di-new-york-fashion-week-1550575620427301387

Read more
Eksplorasi Seni dan Fashion di Gelaran 'Seventh Earth'

Eksplorasi Seni dan Fashion di Gelaran 'Seventh Earth'

Usai tampil di pekan mode New York Fashion Week Fall/Winter 2019 beberapa waktu lalu, desainer Maggie Hutauruk Eddy mengusung karyanya itu ke Jakarta, tepatnya di galeri yang digawanginya 2Madison Gallery. 

Berlokasi di Promenade, di jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan, peragaan busana karya Maggie menjadi bagian dari gelaran eksplorasi seni dan fashion bertajuk 'Seventh Earth'.

Bersamaan dengan peragaan busana, galeri pun membuka pameran lukisan terpilih karya dari beberapa pelukis daerah di Indonesia. Pameran karya 10 seniman ini berlangsung dari 16 Februari hingga 3 Maret 2019. 


Dalam catatan produkisnya, Maggie mengungkapkan 'Seventh Earth' adalah alam atau dunia imajinasi di mana penghuninya berasal dari lintas warna kulit, ekonomi, budaya/politik dan kultur sama-sama hidup dengan harmonis. 

(Seventh Earth. Foto: Dok/herworldIndonesia)

 

Lebih jauh ia menggambarkan, 'Bumi Ketujuh' ini juga merupakan suatu kondisi di mana tak lagi ada batas antara mereka yang hidup di kota atau di pelosok. Semua orang maju bersama dan damai. Satu sama lain saling melengkapi tanpa kecurigaan dan perbedaan. 

Beranjak dari itu, Maggie membuat kejutan dengan menghadirkan koleksi busana yang tabrak warna, perpaduan tradisi dan modern, feminin dan maskulin, serta hal-hal yang di luar imajinasi ke dalam karya-karya busananya. 

Ia juga menyodorkan aneka potongan unik dari mulai mini dress dengan motif tradisional ulos, atau jaket-jaket dengan teknik lipatan aneka warna yang berukuran besar dipadukan dengan gaun sensual pas badan. Potongan busana yang hadir juga tak konvensional, tapi sedikit sensual dengan bagian punggung terbuka atau transparan. 

Beberapa potongan busana rancangan Maggie cukup unik dan menjanjikan. Beberapa di antaranya juga benar-benar mengeksplorasi seni, motif, dan melabrak batas dunia imajinasi atau anti-pengotakan. Seolah buat Maggie dalam karya tak lagi perlu ada batasan, tapi keleluasaan berekspresi. Karena itu lahirlah karya-karya yang mungkin sedikit out of the box. Meski berisiko, tawaran dari karya Maggie ini patut jadi perhatian. 

Pameran seni 

Sementara, menjadi latar dari peragaan kali ini, terdapat 10 karya seniman yang hadir dalam pameran di 2madison gallery. Para seniman itu, di antaranya ada Soni Irawan (Yogyakarta), Ruth Marbun (Jakarta), Hana Madness (Jakarta), Lala Bohang (Jakarta) dan Chairol Imam (Solo). 

Selain itu, ada juga Esa Apriansyah (Bandung), Imeldams (Cilegon), Dina Adelya (Jambi), DGTMB atau Dagingtumbuh (Yogyakarta), dan Robet Olga (Solo). 

(Seventh Earth. Foto: Dok/herworldIndonesia)

 

Masing-masing karya punya ciri khas yang unik dengan pendekatan berbeda-beda. Ada yang menggunakan akrilik di atas kanvas, ada juga yang membuat lukisan dari kain, benang dan manik-manik. 

Chairol Imam misalnya mengusung karyanya 'Sincare' yang dibuat dengan cat ackrilik, spidol dan pastel di atas kanvas yang kekanak-kanakan tapi sarat makna.

Lalu, Dina Adelya tampil unik dengan karyanya 'Pulang ke Rumah', yang dibuat dari kain, benang dan manik-manik. Ia menunjukkan cerita dari orang-orang yang merantau dan pulang ke rumah sebagai simbol kebahagiaan.

Sementara, Lala Bohang menghadirkan karya yang ia beri judul "Sometimes I'm Living in A Bubble and Nobody's Invited' yang dibuat dari akrilik dan charchol di atas kanvas. Ia menggambarkan perempuan yang juga berperan sebagai ibu, yang memberi tampa pamrih. 

Secara keseleruhan, perpaduan karya fashion, seni dan instalasi ini cukup unik dan menarik untuk disimak. Lihatlah lebih lama dan lebih dekat untuk mengetahui detail dan pesan yang ingin disampaikannya. 

 

http://www.herworld.co.id/article/2019/2/10812-Eksplorasi-Seni-dan-Fashion-di-Gelaran-Seventh-Earth

Read more
Four Indonesian designers light up 2019 New York Fashion Week

Four Indonesian designers light up 2019 New York Fashion Week

Four Indonesian designers, namely Dian Pelangi, 2Madison Avenue by Maggie Hutauruk, Alleira Batik and Itang Yunasz, showcased the richness of Indonesian fashion at the 2019 New York Fashion Week (NYFW).  

Located on 775 Washington Street, New York, the designers presented a variety of designs in a show titled “Indonesian Diversity’, including street-style modest attire by Dian Pelangi; bohemian styles with a touch of Indonesian traditional fabrics by 2Madison Avenue; Alleira’s modern-style batik; and a modern take on traditional fabrics, including ikat (handwoven fabric) and songket (Palembang’s traditional gold-threaded woven fabric), by Itang Yunasz.

The fashion show was among Indonesia Fashion Gallery (IFG) New York’s efforts to promote local designers in New York.

Winanto Andi, the consul for social-cultural and information affairs at the Indonesian Consulate General in New York said in a video posted on IFG’s Instagram that the “Indonesian Diversity” Fall-Winter 2019 was a continuation of a similar program previously presented at past NYFW events.

He said that over the past three years, IFG as a showroom and Indonesian designers in the United States had tried to bring Indonesian designers to NYFW’s stage.

“NYFW is a world-class stage and it’s [a good opportunity] to showcase the richness of Indonesian fashion, culture as well as to present the creativity of Indonesian designers,” he said. (jes/kes)

 

https://www.thejakartapost.com/life/2019/02/08/four-indonesian-designers-light-up-2019-new-york-fashion-week.html

Read more
4 Indonesian Designers Hit NYFW Highlighting Its Hidden Fashion Culture

4 Indonesian Designers Hit NYFW Highlighting Its Hidden Fashion Culture

Four dynamic Indonesian designers put a spin on the FW19 collections at NYFW
The participating designers shown on the runway were Dian Pelangi, Alleira Batik, Itang Yunasz and 2 Madison Avenue.
 
Attendees were left in awe by each garment as they flowed down the runway. Intricate details like embroidered lace, bead work, and crystals were woven onto organic cotton, silk, leather and satin – many of the looks encompassing the traditional Indonesian prints and head wraps, like hijabs and turbans.
 
The runway show commenced with the collection of Dian Pelangi titled “Social Love,” her interpretation on the “hype” of the fashionista on social media.
 
With pieces that left many of the American guests asking if the collection was “See Now Buy Now.”, Pelangi demonstrated that hijabi women can be cool, modern, and embrace street style.
 
“Women rocking a hijab should still be able to represent the modern, dynamic, and sporty street style typical of Manhattan.” quipped Pelangi backstage before the show.
 
Each look had layered dresses and coats cinched at the waist over pants, obstructing the mainstream vision of femininity; integrating tones of pink, black, and yellow. Accessories included cat eye sunglasses that were ripe for street style snaps.
 
Itang Yunasz captivated the crowd with with flowy dresses that epitomized luxury, batik-chic, the traditional print of Indonesia, transporting them to a dreamy Jakarta night. Intricate details like crystal embroidery and seashells created a boho-chic aesthetic on the tulle, silk organza full length dresses that can easily be worn day or night – with the promise of transporting you to an Indonesian paradise.
 
Each look was adorned by show-stopping turbans made from traditional fabric.
 
2 Madison Avenue brought new silhouettes, vibrant colors and structure to the runway.
The collection was filled with hot pink, red, yellow, and other contemporary colors; along with a juxtaposition of textiles, designs, and knee-high boots.
 
A world tour of inspiration from Africa to Japan and Spain to New York, the presentation started with pink and leather leading to embroidered evening wear; featuring euro-style pop-art to an elegant, white, finale dress.
 
The fourth collection, Alleira Batik, presented a sophisticated collection of tunics and dresses with traditional red and aqua blue silks and organza along with structured jackets. The show-stopper was a printed pantsuit with plum, burgundy, and red hues that effortless worked with unexpected synergy.
 
The print recurred in other silhouettes that were both wearable and editorial, a hard feat for any designer.
 
The runway show was packed with a full house of industry editors, buyers, influencers, and notable guests which included Miss USA Sarah Rose Summers, Francesca Curran from Orange is the New Black, Ashley Martson and Jay Smith from 90 Day Fiancé, Melody Mitchell from VH1 Black Ink Crew, and Jenelle Evans from MTV Teen Mom 2 along with notable members of The Consul General Republic of Indonesia: Winanto Adi,
 
Consul for Social-Cultural and Information Affairs, Yohannes Jatmiko, Consul for Economic Affairs, Rima Sundusita, Vice Consul for Social-Cultural and Information Affairs and Rahmayanti Jailani, Spouse of Indonesian consul general.
Read more
Ada Marilyn Monroe di Panggung Kecil 2madison Avenue...

Ada Marilyn Monroe di Panggung Kecil 2madison Avenue...

KOMPAS.com - Siapa yang tak pernah mendengar nama Marilyn Monroe? Meski sudah meninggal lebih dari 50 tahun lalu, aktris dan peragawati Amerika Serikat itu, tetap menjadi simbol, dan bahkan rujukan tren fesyen dunia, hingga saat ini. "Marilyn Monroe itu sumber inspirasi saya," ungkap Maggie Hutauruk Eddy, Creative Director 2madison Avenue di 2madison Gallery Kemang, Jakarta, Jumat (30/11/2018). "The stupid blonde bikin dia sangat tenar. Dia pura-pura bodoh, itu yang justru membuat she is so iconic." "Anak saya aja tahu Marilyn Monroe," sambung Maggie yang ingin menggambarkan betapa tenarnya perempuan yang pernah menjadi aktris termahal di AS itu. Kekaguman yang kental itulah yang kemudian menggiring Maggie membuat sederet karya fesyen yang menggambarkan sosok Marilyn Monroe.

Gambar wajah Marilyn Monroe disematkan pada bagian punggung jaket karya perancang 2madison Avenue, Maggie Hutauruk Eddy, dalam trunk show di Kemang, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Karya-karya itulah yang kemudian dia pamerkan dalam koleksi “Fabulous1819 Evening Wear”. Maggie mengaku mengambil inspirasi dari pesta/perayaan fantastis di tahun 1950, eranya Marilyn Monroe, dan juga bintang legendaris Audrey Hepburn. Dia menilai, Ikon-ikon dunia itu telah mengekspresikan diri mereka lewat fesyen yang memukau, selaras dengan brand image mereka. "Mereka tidak terbelenggu tren, mereka hanya tampil ‘fabulously’ dengan cara mereka sendiri," kata dia. Lewat koleksi “Fabulous1819”, Maggie mengaku ingin mengajak masyarakat untuk tampil fashionable dan berani mengekspresikan gaya sesuai kepribadian masing-masing.

.

 Ciri khas

Ciri khas 2madison Avenue dalam melakukan “mixing dan bending the rule” terlihat pada sebagian besar dari 23 koleksi yang diperagakan siang tadi. "Saya menyuguhkan koleksi yang kasual, chic, perempuan tomboy, yang bisa mix n match, saya emang suka yang seperti itu," kata Maggie. Dominasi warna dalam koleksi ini adalah merah dan hitam. Kalau pun ada warna emas dan merah jambu pada beberapa karya pada trunk show ini, diakui Maggie, muncul dari inspirasi Marilyn Monroe yang disebutkannya di awal. Sesuai dengan kepribadiannya, Maggie meleburkan desain fesyen dengan seni lukis, dan mengintegrasikan bahan tradisional ke dalam karyanya. “Ada evening dress, garden party dress, stylish retro-inspired biker jacket, varsity jacket, bahkan ada juga look yang chic semi-minimalis." "Saya ingin upayakan agar ada style untuk semua wanita pencinta fesyen,” kata Maggie.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada Marilyn Monroe di Panggung Kecil 2madison Avenue...", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/11/30/211753620/ada-marilyn-monroe-di-panggung-kecil-2madison-avenue.

Editor : Glori K. Wadrianto

Read more
Bangga, Koleksi 2Madison Avenue Akan Tampil di NYFW 2019

Bangga, Koleksi 2Madison Avenue Akan Tampil di NYFW 2019

Suara.com - Karya desainer Indonesia tak kalah dengan dengan karya desainer mancanegara. Buktinya, Maggie Hutauruk Eddy, desainer asal Indonesia dari label 2Madison Avenue sedang bersiap untuk melenggang di ajang Internasional yakni New York Fashion Week 2019 mendatang.

Dalam peluncuran koleksinya bertajuk 'Fabulous1819 Evening Wear' Maggie mengatakan bahwa 2Madison Avenue sedang bersiap tampil di NYFW 2019 bersama Indonesia Diversity yang dikelola tim IFG New York dengan menampilkan koleksi Fall 19/20.

Label asal Indonesia 2Madison Avenue akan tampil di New York Fashion Week 2019. (Suara.com/Firsta Nodia)

"Saat ini saya masih dalam tahap memfinalisasi mood board dan material board saya untuk NYFW 19, dan setelah itu saya akan segera mulai sketching desain saya. Namun, tahap terpenting tentunya adalah pada proses produksi desainnya. That’s everything," ujar Maggie di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Maggie mengatakan ada 12 koleksi yang akan ditampilkan 2Madison Avenue di New York Fashion Week 2019. Untuk mengusung kekayaan tenun asal Indonesia, dalam koleksinya Maggie akan memadukan bahan tenun Indonesia dengan material scuba, Japanese cotton, dan brokat.

Label asal Indonesia 2Madison Avenue akan tampil di New York Fashion Week 2019. (Suara.com/Firsta Nodia)

"Sesuai dengan karakter saya, koleksi ini akan meleburkan fashion desain dengan seni lukis, dan mengintegrasikan bahan tradisional sebagai salah satu unsur penting pada desain. Tidak itu saja, koleksi ini akan menyediakan beragam pilihan style, kombinasi, potongan (cut) agar lebih banyak pilihan yang tersedia," tambah dia.

Sedikit bercerita, Maggie mengatakan bahwa nama 2Madison Avenue sendiri berasal dari sebuah nama jalan eksklusif di New York City. Nama ini dipilih Maggie atas dasar sebuah kenangan dan doa. Kenangan saat masih tinggal di New York, saat Ia menemukan banyak produk Indonesia yang dipajang di berbagai butik mewah di Madison Avenue. Produk tersebut dibuat di Indonesia, namun bukan mengusung brand Indonesia.

"2Madison adalah suatu doa. Dan dengan keikutsertaan kami di ajang New York Fashion Week 2019, rasanya seperti jawaban dari doa saya, dengan harapan semoga produk Indonesia bisa dibawa ke Madison Amerika," tandas dia.

Label asal Indonesia 2Madison Avenue akan tampil di New York Fashion Week 2019. (Suara.com/Firsta Nodia)

 

https://m.suara.com/lifestyle/2018/11/30/175857/bangga-koleksi-2madison-avenue-akan-tampil-di-nyfw-2019

 

Read more
43 results